Tugas Ekonomi Koperasi 1(2)

PERAN KOPERASI DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA

Logo_Gundar

Nama/NPM : Nur Amalina/28214140

Kelas : 2EB32

Dosen : Sarah Widia Rahmarini


POKOK PERMASALAHAN

Apa saja peran yang telah dilakukan koperasi terhadap Indonesia?

ISI

Koperasi sebagai badan usaha yang dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip koperasi. Karena prinsip koperasi digunakan oleh koperasi untuk melaksanakan nilai-nilai dalam praktek seperti keanggotaan sukarela dan terbuka, pengendalian oleh anggota secara demokratis, partisipasi ekonomi anggota, pendidikan, pelatihan dan informasi, kerjasama diantara koperasi dan kepedulian terhadap komunitas.

Peran koperasi dalam perekonomian Indonesia dapat dilihat dari:

  1. Kedudukannya sebagai pemain utama dalam kegiatan ekonomi di berbagai sektor,
  2. Penyedia lapangan kerja yang terbesar,
  3. Pemain penting dalam pengembangan kegiatan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat,
  4. Pencipta pasar baru dan sumber inovasi
  5. Sumbangannya dalam menjaga neraca pembayaran melalui kegiatan ekspor.

Peran koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah sangat strategis dalam perekonomian Indonesia, sehingga perlu menjadi fokus pembangunan ekonomi nasional pada masa mendatang. Pemberdayaan koperasi secara tersktuktur dan berkelanjutan diharapkan akan mampu menyelaraskan struktur perekonomian nasional, mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional, mengurangi tingkat pengangguran terbuka, menurunkan tingkat kemiskinan, mendinamisasi sektor riil, dan memperbaiki pemerataan pendapatan masyarakat. Pemberdayaan koperasi juga akan meningkatkan pencapaian sasaran di bidang pendidikan, kesehatan, dan indikator kesejahteraan masyarakat Indonesia lainnya.

Keanggotaan koperasi bersifat terbuka dan sukarela. Terbuka artinya anggota koperasi terbuka bagi siapa saja sesuai dengan jenis koperasinya. Sukarela artinya keanggotaan koperasi tidak atas paksaan. Setiap anggota mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Sesuai dengan pengertian koperasi bahwa koperasi merupakan kegiatan ekonomi yang berasaskan kekeluargaan. Maka tujuan utama koperasi adalah untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Dengan adanya koperasi anggota yang membutuhkan kebutuhan pokok dapat membeli di koperasi dengan harga yang lebih murah. Anggota yang membutuhkan pinjaman modal usaha dapat meminjam di koperasi. Dengan demikian para anggota dapat terbebas dari rentenir yang meminjamkan uang dengan bunga yang sangat tinggi. Bagi anggota yang memiliki hasil produk tertentu juga dapat menjualnya di koperasi.Keuntungan koperasi bisa diperoleh antara lain dari laba penjualan dan jasa peminjaman. Meskipun koperasi tidak mengambil laba penjualan atau jasa peminjaman yang besar. Namun apabila koperasi berjalan dengan lancar keuntungan koperasi pun bisa menjadi besar pula. Keuntungan koperasi akan dikembalikan kembali kepada anggota sebagai SHU (Sisa Hasil Usaha). Tentu saja setelah dikurangi biaya-biaya operasional. Pembagian keuntungan atau sisa hasil usaha ini dibagi secara adil sehingga tidak ada yang dirugikan.

Perkembangan koperasi secara nasional di masa datang diperkirakan menunjukkan peningkatan yang signifikan namun masih lemah secara kualitas. Untuk itu diperlukan komiten yang kuat untuk membangun koperasi yang mampu menolong dirinya sendiri sesuai dengan jati diri koperasi. Hanya koperasi yang berkembang melalui praktek melaksanakan nilai koperasi yang akan mampu bertahan dan mampu memberikan manfaat bagi anggotanya. Prospek koperasi pada masa datang dapat dilihat dari banyaknya  jumlah koperasi, jumlah anggota  dan jumlah manajer, jumlah modal, volume usaha dan besarnya SHU yang telah dihimpun koperasi, sangat prosfektif untuk dikembangkan.

Melihat pada kondisi nyata ekonomi kerakyatan yang  berkembang di Indonesia, memang kurang mendapat pengaruh yang nyata dalam sistem ekonomi di Indonesia. Peran ekonomi kerakyatan ini seakan-akan digantikan dengan peran sistem ekonomi dunia sepert liberalisme yang berbeda dengan dan budaya bangsa Indonesia.

Koperasi merupakan badan usaha yang bertujuan untuk mensejahterakan anggota atau masyarakatnya akan tetapi dalam menjalankan tugasnya tentu saja koperasi memiliki beberapa factor yang mempengaruhi maju atau tidaknya koperasi. Secara jelas berarti koperasi sangatlah berperan dalam pelaksanaan sistem ekonomi kerakyatan di Indonesia.

Koperasi merupakan salah satu pilihan dalam menghadapi era globalisasi karena koperas didasari oleh prinsep “self help and cooperaton”.

Peranan koperasi dalam perekonomian Indonesia, lebih jauh bahwa koperasi di Indonesia yang berdiri berlandaskan pada Pancasila dan UUD 1945, merupakan lembaga kehidupan rakyat Indonesia untuk menjamn hak hidupnya yakni memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan sehingga mewujudkan suatu masyarakat adil dan makmur.

KESIMPULAN

Dapat disimpulkan bahwa koperasi merupakan bentuk dari implementasi ekonomi kerakyatan, sistem perekonomian yang lebih meningkat yang lebih meningkatkan kesejahteran dan kemakmuran orang banyak bukan per orang. Bentuk organisasi ekonomi ini, selain merupakan konstituen sistem ekonomi kerakyatan, juga merupakan bentuk organisasi ekonomi yang cocok bagi karakteristik bangsa Indonesia yang bersifat “homo societas” yakn lebih mengutamakan hubungan antar manus daripada kepentingan ekonomi atau materi. Koperasi sebagai wahana persatuan dan berperan sertanya rakyat dalam kegatan ekonomi yang efektif dan produktif yang merupakan tujuan dari rangkaian usaha yang diselenggarakan, sehingga makin dekat dengan tujuan perekonomian yang direncanakan oleh Pancasila dan UUD 1945.

DAFTAR PUSAKA

http://www.mediapustaka.com/2014/11/makalah-peran-koperasi-dalam.html

http://widiyaskyblue.blogspot.co.id/2015/03/makalah-peran-koperasi-dalam.html

Advertisements

Tugas Ekonomi Koperasi 1(1)

SEJARAH KOPERASI DI DUNIA DAN MASUKNYA KOPERRASI DI INDONESIA

Logo_Gundar

Nama/NPM : Nur Amalina/28214140

Kelas : 2EB32

Dosen : Sarah Widia Rahmarini

PENDAHULUAN

Koperasi adalah organisasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama. Koperasi didasari oleh asas kekeluargaan.

Koperasi memiliki beberapa prinsip, yang dimaksud dengan prinsip itu sendiri adalah arahan untuk membangun koperas yang efektif dan tahan lama. Prinsip koperasi telah dikemabangkan oleh Internatonal Cooperative Alliance (Federas koperasi non-pemerintah internatonal) menjadi :

  • Keanggotaan bersifat terbuka dan sukarela
  • Pengelolaan yang demokratis
  • Partisipasi anggota dalam ekonomi
  • Kebebasan dan otonomi
  • Pengembangan pendidikan,pelatiha, dan informasi

Koperasi memilki beberapa macam jenis dan jenis koperasi tersebut disusun menurut fungsinya, jenis-jenis tersebut adalah :

  • Koperasi pembelian/pengadaan/konsumsi adalah koperasi yang menyelenggarakan fungsi pembelian atau pengadaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan anggota sebagai konsumen akhir.
  • Koperasi penjualan/pemasaran adalah koperasi yang menyelenggarakan fungsi distribusi barang atau jasa yang dihasilkan oleh anggotanya agar sampai di tangan konsumen.
  • Koperasi produksi adalah koperasi yang menghasilkan barang dan jasa, dimana anggotanya bekerja sebagai pegawai atau karyawan koperasi.
  • Koperasi jasa adalah koperasi yang menyelenggarakan pelayanan jasa yang dibutuhkan oleh anggota, misalnya: simpan pinjam, asuransi, angkutan, dan sebagainya.

Jenis koperasi menurut tingkat dan luas daerah kerjana adalah sebagai berikut:

  • Koperasi primer
  • Koperasi sekunder
  • Koperasi pusat
  • Gabungan koperas
  • Induk koperasi

Jenis koperasi menurut keanggotaannya adalah :

  • Koperasi produsen
  • Koperasi konsumen

POKOK PERMASALAHAN

  1. Bagaimana koperasi bisa mendunia?
  2. Bagaimana koperasi bisa masuk ke Indonesia?

ISI

SEJARAH KOPERASI DIDUNIA

Pertengahan abad 18 dan awal abad 19 gerakan koperasi mengembangkan sayapnya di Dunia. Lembaga ini pertama kali berada di Inggris. Koperasi dahulu kala dikenal dengan Koperasi Praindustri. Pada tahun 1844 di Inggris tepatnya di Rochdale kaum buruh mengalam penderitaan yang dialami pula oleh pendiri Koperasi. Awalnya koperasi hanya bergerak dalam usaha kebutahan konsumsi saja. Dengan berpegang pada asas-asa Rochlade, Koperasi dapat mengembangkan toko kecil meraka menjadi usaha yang mampu mendirikan pabrik, menyediakan rumah bagi para anggotanya, serta menyelenggarakan pendidikan untuk meningkatkan pengetahuan anggota dan pengurus koperasi. Karena keberhasilan koperasi Rochlade tahun 1852 telah berdiri 100 koperasi konsumsi di Inggris. Koperasi ini pada umumnya didirikan oleh konsumen.

Perkembangan koperasi juga terjadi dinegara-negara lain. Revolusi Perancis dan perkembangan industry menimbulkan kemiskinan dan penderitaan bagi rakyat Perancis, karena pelopor-pelopor Perancis yang sadar akan perlunya perbaikan nasib rakyat Perancis mereka pun membangun koperasi dibidang produksi dan berhasil.

Koperasi juga berdiri di Jerman yang dipelopori oleh Herman Schultz-Delitsch. Terdapat beberapa pedoman kerja koperasi simpan-pinjam Schulze, antara lain :

  • Uang simpanan sebagai modal kerja Koperasi dikumpulakan dari anggota
  • Wilayah kerjanya didaerah perkotaan
  • Pengurus koperasi dipilih dan diberi upah atas pekerjaannya
  • Pinjaman bersifat jangka pendek
  • Keuntungan yang diperoleh dari bunga pinjaman dibagikan kepada anggota.

Koperasi di Denmark ada sekitar 30% dari seluruh penduduk Denmark.  Dalam perkembangannya, tidak hanya hasil-hasil pertanian yang didistribusikan melalui Koperasi, melainkan meliputi pula barang-barang kebutuhan sector pertanian itu sendiri. Selain itu, di Denmark juga berkembang Koperasi konsumsi. Koperasi-koperasi konsumsi ini kebanyak didirikan oleh serikat-serikat pekerja di daerah perkotaan.

Albin Johansen adalah salah satu pelopor koperasi di Swedia. Albin J menasionalisasikan perusahaan penyaringan minyak bumi yang menurutnya dapat dikeloka dengan cara yang tidak kalah efesiennya oleh koperasi. Koperasi di Swedia berhasil mengalahkan kekuatan perusahaan besar pada tahun 1911. Rahasia keberhasilan koperasi-koperasi Swedia adalah berkat program pendidikan yang disusun secara teratur dan pendidikan orang dewasa di Sekolah Tinggi Rakyat, serta lingkaran studi dalam pendidikan luar sekolah.

Koperasi di Amerika Serikat awalnya mengalami kegagalan sekitar 57%. Jumlah koperasi dikala itu sebanyak 2600 buah (1863-1939). Perkembangan koperasi terjadi setelah tahun 1908. Sebuah komisi untuk kehidupan pedesaan yang diangkat oleh Presiden Theodore Rosevelt pada tahun 1908 mengemukakan dalam laporannya bahwa salah satu kebutuhan utama masyarakat pedesaan ialah kerjasama yang efektif diantara para petani untuk mempersatukan usahanya pada tingkat yang sesuai kepentingan bersama. Sangat mengesankan, justru di lingkungan masyarakat yang demikian kapitalistiknya, kehidupan berkoperasi masyarakatnya benar-benar mencerminkan suatu kehidupan berkoperasi yang bertumpu pada hakekat, etika, nilainilai, sendi-sendi dasar dan prinsip-prinsip koperasi yang murni. Bahkan ada informasi yang mengatakan, bahwa beberapa koperasi tertentu ternyata mampu masuk ke dalam peringkat papan atas sebagai salah satu perusahaan yang besar, maju dan sehat di Amerika Serikat.


SEJARAH KOPERASI DI INDONESIA

            Pada masa penjajahan di berlakukan “ culturstelsel” yang mengakibatkan penderitaan bagi rakyat, terutama para petani dan golongan bawah. Peristiwa tersebut menimbulkan gagasan daribseorang Patih Purwokerto: Raden Ario Wiriaatmadja (1895) untu membantu mengatasi kemelaratan rakyat. Kegiatannya diawali dengan menolonag pegawai dan orang kecil dengan mendirikan : “ Hulpen Spaaren Laudbouwcredeet”, didirikan juga : rumah-rumah gadai, lumbang desa, dan bank-bang desa.

         Pada tahun 1908 lahir perkumpulan “Budi Utomo” didirikan oleh Raden Soetomo yang dalam programnya memanfaatkan sektor perkoprasian untuk menyejahterakan rakyat miskin, di mulai dengan koperasi industri kecil dan kerajinan. Ketetapan kongres Budi Utomo di Yogyakarta adalah antara lain: memperbaiki dan meningkatkan kecerdasan rakyat melalui pendidikan, serta mewujudkan dan mengembangkan gerakan berkoprasi. Telah didirikan: “ Toko Adil “ sebagai langkah pertama pembentukan koperasi konsumsi.

            Tahun 1915 lahir UU Koperasi yang pertama: “ verordening op de Cooperative vereebiguijen” dengan Koninklijk Besluit 7 April 1912 stbl 431 yang bunyinya sama dengan UU bagi rakyat Indonesia, anggaran dasar koperasi tersebut harus dalam Bahasa Belanda udan dibuat di hadapan notaris.

            Tahun-tahun selanjutnya diusahakan perkembangan koperasi oleh para pakar dan politi nasional. Di zaman pendudukan jepang (1942-1945) usaha-usaha koperasi di koordinasikan /di pusatkan dalam badan-badan koperasi tersebut”kumiai” yang befungsi sebagai pengumpul barang-barang logistik untuk kepentingan perang. Tujuan kumiai tersebut bertentangan dengan kepentingan ekonomi masyarakat. Fungsi koperasi hamya sebagai alat untun mendistribusikan bahan-bahan kebutuhan pokok untuk kepentingan perang jepang, bukan untuk kepentingan rakyat Indinesia.

            Setelah kemerdekaan 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia memiliki kebebasan untuk menentukan pilihan kebijakan ekonominya. Tekad para pemimpin bangsa Indonesia untuk mengubah perekonomian Indonesia yang liberal kapitalistik menjadi tata perekonomian yang sesuai dengan semangat pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. Bangsa Indonesia bermaksud untuk menyusun suatu sistem perekonomian usaha berdasarkan atas azas kekeluargaan. Bung Hatta menyatakan bangun usaha bersama berdasarkan atas azas kekeluargaan dalam pasal 33ayat I UUD 1945 adalah koperasi. Koperasi adalah bangun usaha yang sesuai dengan sistem perekonomian yang akan dikembangkan di Indonesia.

            Agar perkembangan koperasi benar-benar berjalan dengan semangat pasal 33 UUD 1945, maka pemerintah melakukan reorganisasi terhadap Jawatan Koperasi dan perdagangan menjadi dua Jawatan terpisah. Jawatan Koperasi mengurus pembinaan dan pengembangan koperasi secara intensif dengan menyusun program dan strategi yang tepat. Perkembangan koperasi pada saat itu cukup pesat, karena didukung penuh oleh masyarakat.

            Usaha pengembangan koperasi mengalami pasang surut mengikuti perkembangan politik. Kongres-kongres koperasi, munas-munas, dan lain-lain untuk pengembangan koperasi terus berlanjut. Tahun 1958: UU No. 70/1958 telah lahir UU tentang koperasi yang pada dasarnya berisi tentang tata-cara pembentukan dan pengelolaan koperasi (seperti prinsip-prinsip Rochdale). Terbit peraturan-peraturan pemerintah yang maksudnya mendorong pengembangan koperasi dengan fasilitas-fasilitasnya yang menarik (PP dari mendibud) tahun 1959: mewajibkan pelajar menabung dan berkoperasi. Perkembangan tersebut tidak berlanjut, karena partai-partai politik ada yang memanfaatkan koperasi sebagai alat politik untuk memperluas pengaruhnya. Sehingga merusak citra koperasi dan hilang kepercayaan masyarakat terhadap koperasi sebagai organisasi ekonomi yang memperjuangkan peningkatan kesejahteraan mereka.

          Untuk mengatasi situasi tersebut, pemerintah Orde Barumemberlakukan UU No. 12/1967 untuk rehabilitasi koperasi. Koperasi mulai berkembang lagi, salah satu programnya adalah pembentukan Koperasi Unit Desa (KUD) yang merupakan penyatuan dari beberapa koperasi pertanian kecil di pedesaan dan diintegrasikan dengan pembangunan di bidang-bidang lain. Perkembangan koperasi secara kuantitas meningkat,tetapi secara kualitatif masih terdapat banyak kelemahan. Salah satu kelemahan yang menonjol adalah tingginya tingkat ketergantungan koperasi terhadap fasilitas dan campur tangan pemerintah. Untuk mengatasi kelemahan tersebut UU No. 12/1967 disempurnakan lagi dengan UU No. 25/1992. Melalui UU No. 25/1992 ada beberapa perubahan yang mendasar pada pengetian koperasi dan berbagai aspek teknis pengelolaannya.

KESIMPULAN

Dari tulisan di atas maka dapat diketahui bahwa koperasi adalah sebuah lembaga keuangan (bukan bank) yang didefinisikan sebagai kerja sama diantara anggota dan para pengurus dalam rangka mewujudkan kesejahteraan anggota dan masyarakat serta membangun tatanan perekonomian nasional. Pada awal perkembangannya yaitu di mulai pada tahun 1844 koperasi sudah menjadi sebuahsarana untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari , seiring dengan perkembangannya koperasi mulai berubah menjadi lembaga yang bukan hanya menyediakan kebutuhan sehari-hari namun juga menjadi lahan pekerjaan bagi masyarakat. Tujuan dari koperasi sendiri adalah untuk mewujudkan masyarakat adil makmur material dan spiritual, hal ini dapat terlihat dari bagaimana sistem dan prinsip koperasi yang mudah sehingga tidak menyulitkan anggota untuk mencapai tujuan dari koperasi itu sendiri. Namun minat masyarakat yang kurang untuk ikut serta di dalam koperasi sangat kecil, hal tersebut dikarenakan masih banyak sekali individu yang menganggap koperasi merupakan lembaga keuangan nonbank yang tidak eksis atau peringkat dua. Mengapa demikian? Kurangnya partisipasi masyarakat dan sistem yang apik serta menarik yang menyebabkan sangat sedikitnya peminat terkhusus di Indonesia. Padahal koperasi memiliki fasilitas yang lengkap untuk membantu memenuhi kebutuhan anggotanya. Perlunya peran pemerintah untuk membantu menumbuhkembangkan minat masyarakat terhadap koperasi sangat penting dilakukan

DAFTAR PUSAKA

https://id.wikipedia.org/wiki/Koperasi

http://wedekada.blogspot.co.id/2013/02/sejarah-koperasi-dunia.html

http://blogranda.blogspot.co.id/2012/10/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html\

http://nwariza-reza.blogspot.co.id/2013/06/makalah-sejarah-koperasi-di-dunia-dan.html