Tulisan 1

Hubungan Bisnis Properti dengan Kenaikan BBM

logo_gunadarma-1

Pendahuluan

Di daerah DKI Jakarta yang dikenal dengan kota metropolitan, maka tak asing bagi masyarakat untuk melihat gedung-gedung pencakar langit nan mewah di Jakarta. Oleh sebab itu banyak masyarakat atau investor yang memilih untuk berbisnis dibidang property. Bisnis ini dinilai sedang laris-larisnya di Jakarta.

Isi

Masyarakat jaman sekarang makin banyak tinggal di apartemen yang terletak di pusat kota untuk mengatasipas kemancetan yang semakin parah. Dari kondisi ini, pasar apartemen strata title (milik) atau kondonium akan semakin laris. Penjualan pada kondisi terkini tidak lagi dominan oleh warga negara asing (WNA), tapi WNI juga sudah mengikuti tren tinggal diapartemen.

Rata-rata proyek-proyek yang banyak diminati adalah produk kelas menengah yang memiliki keunggulan tambahan selain factor lokasi stategis menuju pusat bisnis.  Apartemen paling tetap dibangun di Jakarta tetapi jangan terlalu banyak dibangun karena akan meminbulkan efek kejenuhan. Selain itu pembangunan apartement yang terlalu over dapat membawa dampak negative bagi lingkungan. Pertama pembangunan apartemen dapat mengurangi daerah terbuka hijau atau peresapan air.

Kenaikan BBM ternyata sangat berdampak pada bisnis property. Harga jual tanah dikawasan Jabotabek turut terkerek naik. GM Regional III Jabodetabek Perumnas, Andi Patria Nusantara mengatakan saat ini harga jual tanah di kawasan Jabodetabek sudah mencapai Rp 10 juta per meter. Menurut dia, dengan mahalnya harga jual tanah, membuat pihaknya gencar melakukan bisnis perumahan komersial dengan menggandeng beberapa perusahaan swasta. Kerja sama dimaksudkan agar memperingan aspek pendanaan.

Direktur Executive Indonesia Properti Watch, Ali Tranghanda menyarankan pada pengembang untuk berhati-hati menaikkan harga propertinya meski biaya konstruksi dan lainnya bakal semakin mahal. Dia menuturkan indikasi keterpurukan sektor properti, kata dia, sudah terlihat pada triwulan III 2014. Penjualan turun lebih dari 69 persen dibandingkan triwulan III 2013.

Penutup

Dengan maraknya apartement di Jakarta yang dihubungkan dengan kenaikan harga BBM ini lebih terasa bagi para pengelola apartemen jika ditinjau dari masyarakat, kenaikan BBM hanya lebih berdampak pada masyrakat kelas menengah ke bawah.

Untuk itu pihak penglola apartemen atau investor meminta agar pemerintah mendukung regulasi terkait perumahan untuk kelas menengah bawah.

Daftar Pusaka

http://www.merdeka.com/uang/2015-titik-terendah-pasar-properti.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s